23082010183 - Dimas Farrel Adhitama Rawung

23082010183 - Dimas Farrel Adhitama Rawung

by 23082010183 DIMAS FARREL ADHITAMA RAWUNG -
Number of replies: 0

1. Audit Konten Digital

Konten Digital: Video "AI Voice Cover" di platform YouTube atau TikTok.

Contoh studi kasus :

dengan contoh pencarian : lagu ai cover pada youtube / tiktok

Deskripsi Singkat Konten: Sebuah video pendek yang berisi audio musik di mana vokal penyanyinya  dihasilkan sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan AI. Kreator video menggunakan software voice AI generatif untuk memanipulasi suara agar persis meniru warna suara, teknik, dan gaya bernyanyi artis ternama tersebut untuk menyanyikan lagu milik musisi lain. Kreator mendapatkan keuntungan dari engagement (tayangan, likes, dan monetisasi iklan) dari video tersebut tanpa keterlibatan artis yang bersangkutan.

Bentuk Potensi Pelanggaran HKI: Kreator mengunduh karya cipta rekaman suara asli milik penyanyi tersebut secara ilegal untuk dijadikan dataset model AI tanpa izin. Selain itu, kreator mereproduksi dan mengeksploitasi identitas vokal (suara khas artis) untuk tujuan komersial atau menarik massa tanpa memberikan royalti atau meminta lisensi dari pihak artis maupun label rekaman.

Jenis HKI yang Dilanggar: Hak Cipta (Copyright) atas rekaman suara dan komposisi musik (master recording), serta pelanggaran terhadap Hak Terkait dari penampil, dan Hak atas Publisitas dari penyanyi asli yang suaranya ditiru dan dieksploitasi.

2. Studi Kasus Serupa
Kasus Pembanding: Kasus Lagu Deepfake AI "Heart on My Sleeve" (Tiruan suara Drake dan The Weeknd) yang diturunkan secara paksa oleh Universal Music Group (UMG).

Deskripsi Kasus: Pada awal tahun 2023, seorang kreator anonim bernama "Ghostwriter" merilis lagu berjudul Heart on My Sleeve di platform Spotify, TikTok, dan YouTube. Lagu ini murni buatan AI yang dilatih agar terdengar persis seperti rapper Drake dan penyanyi The Weeknd. Lagu ini viral hingga diputar belasan juta kali. Label raksasa Universal Music Group (UMG) akhirnya melakukan tindakan hukum berupa takedown (penurunan paksa) di semua platform karena mengklaim bahwa melatih AI menggunakan musik berhak cipta milik artis mereka adalah pelanggaran hukum yang serius.

Link Kasus Berita Media Massa:
https://www.bbc.com/news/entertainment-arts-65309313 (Berita BBC: Drake and The Weeknd AI song pulled from Spotify and Apple)

3. Analisis

Persamaan Kasus:

Motif Keuntungan: Keduanya sama-sama mencari popularitas dan keuntungan instan dengan menjiplak identitas dan ketenaran artis asli tanpa izin.

Cara Pelanggaran: Keduanya menggunakan lagu berhak cipta secara ilegal untuk melatih AI agar bisa meniru suara penyanyi tersebut.

Dampak Pelanggaran: 

Bagi Artis & Label: Merugikan secara finansial (kehilangan potensi royalti) dan bisa merusak reputasi artis jika suara tiruannya dipakai untuk menyanyikan hal-hal negatif.

Bagi Pendengar: Menimbulkan penipuan digital. Pendengar awam sering tertipu dan mengira itu adalah lagu resmi dari artis kesukaan mereka.

Solusi: 

Bagi Platform (YouTube/TikTok): Harus memiliki sistem filter yang bisa mendeteksi "Audio AI" dan melarang konten kloning suara tanpa izin untuk mendapatkan uang (monetisasi).

Bagi Developer AI: Harus memblokir pengguna yang mencoba mengkloning suara tokoh terkenal dan memastikan data pelatih AI didapat secara legal.

Bagi Pemerintah/Hukum: Memperbarui UU Hak Cipta dan UU ITE agar secara tegas melindungi karakteristik suara asli seseorang dari eksploitasi AI.