23082010140 Irfan Ramzi Biru

23082010140 Irfan Ramzi Biru

by 23082010140 IRFAN RAMZI BIRU -
Number of replies: 0
Audit Konten Digital

Link Konten Digital
https://youtube.com/shorts/K7-QYzAHFb4?si=eNK6wVdl2MRbLprR

image.png

Deskripsi singkat konten

Video berdurasi singkat ini merupakan konten manipulasi digital yang menggabungkan teknik kompilasi video dengan teknologi kecerdasan buatan (AI Voice Cloning). Secara visual, video diawali dengan footage asli siaran televisi yang menampilkan pidato Presiden Prabowo terkait kemenangan satu putaran, lalu bertransisi secara langsung ke video komersial produk sprei kasur. Visual ini dinarasikan menggunakan suara rekayasa (voice cloning) yang meniru karakter vokal Presiden Prabowo, sehingga menciptakan ilusi seolah-olah beliau yang mengadakan promosi dan "sedekah sprei" tersebut. Konten ini didesain sebagai engagement bait yang mengarah pada penipuan (scam).

Bentuk potensi pelanggaran HKI

Pelanggaran mencakup penyalahgunaan identitas biometrik suara (voice likeness) tokoh publik tanpa izin untuk tujuan rekayasa komersial dan penipuan. Selain itu, terdapat potensi pelanggaran hak siar karena menggunakan potongan rekaman (footage) siaran televisi resmi tanpa izin lisensi untuk dikonversi menjadi materi iklan gelap.

Jenis HKI yang dilanggar
  • Hak Terkait & Hak Atas Potret: Pelanggaran atas identitas personal (eksploitasi suara tanpa izin) serta berpotensi melanggar Hak Siar (Broadcasting Rights) milik stasiun televisi yang memproduksi footage asli.
  • Catatan Tambahan: Pelanggaran HKI ini menjadi instrumen untuk tindak pidana siber, yakni pelanggaran UU ITE terkait manipulasi informasi elektronik untuk penipuan konsumen.
Studi Kasus Serupa
Cari kasus serupa

Eksploitasi identitas suara tokoh politik menggunakan AI. Dalam kasus ini, suara Presiden Joko Widodo dikloning menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI voice generator) untuk menyanyikan cover lagu pop demi meraup metrik engagement tinggi di media sosial, tanpa perizinan hak cipta maupun hak publisitas.

Link kasus

Analisis
Persamaan kasus

Secara arsitektur teknis, kedua entitas manipulasi ini berakar pada penyalahgunaan model machine learning untuk Voice Cloning. Kreator dari kedua video mengekstraksi parameter vokal tokoh politik dan memetakannya pada konteks baru (narasi penipuan sprei dan lagu cover). Keduanya mengabaikan hak publisitas (right of publicity) dan menggunakan medium suara sebagai alat utama untuk mendisrupsi informasi serta menarik atensi publik di platform terbuka.

Dampak pelanggaran
  1. Dampak Kerugian Sosial & Material (Kasus Utama): Penggunaan footage asli yang disinkronkan dengan voice cloning membuat penipuan sprei ini terlihat sangat kredibel bagi masyarakat awam. Hal ini memicu disinformasi tingkat tinggi dan berpotensi menyebabkan kerugian pencurian data atau finansial.
  2. Dampak Reputasi & Hak Ekonomi (Studi Kasus): Tokoh publik dirugikan karena suaranya direkatkan pada konteks tak berizin. Pada kasus lagu cover, pencipta lagu orisinal juga dirugikan karena karya mereka didistribusikan ulang dan dieksploitasi tanpa mekanisme lisensi royalti.
Solusi atau langkah pencegahan
  1. Validasi Lintas Domain (Cross-Domain Validation): Platform video perlu mengintegrasikan algoritma deteksi anomali audio. Meskipun visualnya adalah footage asli (sehingga lolos deteksi deepfake wajah), sistem harus mampu mendeteksi profil gelombang suara yang dihasilkan oleh AI generator dan otomatis memberikan label AI-Generated Audio.
  2. Pemutakhiran Regulasi Biometrik Suara: Otoritas hukum perlu mempertegas instrumen UU Hak Cipta agar identitas vokal manusia (voice likeness) diakui sebagai properti intelektual yang dilindungi mutlak dari scraping dan proses training AI komersial tanpa smart contract.
  3. Edukasi Analisis Konteks: Mengedukasi pengguna dengan prinsip User-Centered yang rasional. Masyarakat perlu dilatih untuk mengidentifikasi "putusnya" korelasi antara visual footage berita resmi dengan penawaran produk komersial (transisi tiba-tiba dari pidato ke jualan sprei), serta memverifikasinya ke sumber portal berita kredibel.