23082010210 - Rizqy Aryasatya Rahardjo

23082010210 - Rizqy Aryasatya Rahardjo

by 23082010210 Rizqy Aryasatya Rahardjo -
Number of replies: 0

1. Audit Konten Digital

Link Konten Digital

Contoh konten digital yang dianalisis adalah video TikTok yang mengunggah ulang potongan film bioskop tanpa izin resmi dari pemilik film.

Contoh pencarian:

  • TikTok: “potongan film Agak Laen”
  • YouTube Shorts: “Agak Laen full scene”

konten seperti ini sering dihapus karena copyright, link bisa berubah sewaktu-waktu.

Deskripsi Singkat

Konten tersebut berisi cuplikan adegan film yang diunggah ulang oleh akun media sosial tanpa izin dari rumah produksi atau pemilik hak cipta. Biasanya video dipotong menjadi beberapa bagian dan diberi subtitle agar menarik perhatian penonton.

Tujuan dari upload ulang ini umumnya untuk mendapatkan views, followers, dan keuntungan monetisasi dari platform media sosial.

Bentuk Potensi Pelanggaran HKI

Potensi pelanggaran yang terjadi adalah penyebaran dan penggunaan karya audio visual tanpa izin pemilik hak cipta. Walaupun hanya berupa potongan video, isi utama film tetap digunakan tanpa hak resmi.

Jenis HKI yang Dilanggar

Jenis HKI yang dilanggar adalah Hak Cipta, karena film termasuk karya audio visual yang dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.


2. Studi Kasus Serupa

Kasus Nyata

Kasus serupa terjadi pada penyebaran ilegal film KKN di Desa Penari di media sosial dan Telegram. Film tersebut sempat direkam dan disebarkan secara ilegal setelah tayang di bioskop. Banyak akun media sosial membagikan potongan adegan bahkan versi full movie tanpa izin resmi.

Link Kasus

Contoh pemberitaan media:

  • CNN Indonesia — kasus pembajakan film Indonesia
  • Kompas.com — penyebaran film ilegal di Telegram dan TikTok
  • Tempo.co — pelanggaran hak cipta konten digital
Penjelasan Kasus

Dalam kasus tersebut, pihak rumah produksi mengalami kerugian karena film yang seharusnya ditonton melalui jalur resmi malah disebarkan secara ilegal di internet. Penyebaran ini membuat pendapatan film berkurang dan merugikan banyak pihak yang terlibat dalam produksi film.


3. Analisis

Persamaan Kasus

Persamaan dari kedua kasus tersebut adalah sama-sama menggunakan karya film tanpa izin dari pemilik hak cipta. Kedua kasus juga memanfaatkan media sosial sebagai tempat penyebaran konten karena mudah viral dan cepat tersebar.

Selain itu, pelaku umumnya menggunakan potongan film untuk menarik perhatian pengguna internet dan mendapatkan keuntungan pribadi seperti followers atau monetisasi.

Dampak Pelanggaran

Pelanggaran hak cipta memberikan dampak negatif bagi pemilik karya, terutama kerugian finansial. Rumah produksi bisa kehilangan pendapatan karena masyarakat memilih menonton versi ilegal dibanding platform resmi atau bioskop.

Selain itu, tindakan ini juga merugikan kreator dan pekerja industri film yang telah mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu dalam proses produksi.

Bagi pelaku, akun mereka dapat terkena copyright strike, penghapusan akun, bahkan sanksi hukum sesuai Undang-Undang Hak Cipta.

Solusi atau Langkah Pencegahan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah pelanggaran HKI adalah:

  • meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghargai hak cipta,
  • memperketat pengawasan konten di media sosial,
  • memberikan tindakan tegas terhadap akun penyebar konten ilegal,
  • menggunakan sistem perlindungan digital seperti watermark dan copyright detection,
  • serta mengedukasi pengguna internet agar menggunakan platform resmi untuk menonton film.